<bgsound src="">

miércoles, julio 26, 2006

Tumpangan ke Masa Lalu

Cepat, cepat, cepat melaju
Larinya sebuah kereta perkasa abu-abu
Dengan segera menerobos pintu
Menuju saat riuh tawa masih terpadu

Pergi untuk merantau
Ke tempat bertumpahnya senda gurau
Dimana semua adalah seuntai lagu
Karena kita masih satu

Cuma sekejap jauhnya masa lampau
Tak berkarat, abadinya berkilau
Tidak akan redup, juga tak berdebu
Karena nyalanya kudekap selalu, dilindungi dengan jiwaku

Bagaikan manusia pada napas
Terlalu mustahil dilepas
Walau kelak mungkin bisa bebas
Tapi tak pernah ingin lekas

Sekarang sudah kembali senja
Meskipun ditukar dengan ribuan air mata,
Telah berhasil katakan, "selamat tinggal, kau sungguh berharga."
Sadari hidup kini belum tentu lebih berwarna


untuk kotak musik indah tak terlupa penuh kenangan
dari sang raga berhati, yang merindu tapi berjalan
tentang sepotong kecil dari garis waktu yang selamanya
tertulis dengan tak lebih daripada puing rasa


-eKirtiadi-
*sigh* another self poem in the middle of the nite...