Sebuah Lilin Kecil yang Padam
Masa hidupnya memang tidak lama
Tapi tak pernah hilang asap sisanya
Melayang-layang tanpa berat di angkasa
Sekecil sehembus nafas saja
Sesingkat sedetik semata
Semudah itu mematikannya
Tidak perlu ribuan usaha
Tapi tetap ku tahu
Asapnya masih memekati udara
Mungkin hanya perlu waktu
Mungkin cuma sementara
Sungguh berharap adalah sederhana
Sibuk lalu akan segera terlupa
Semua masalah baru akan menyesakkan dada
Segala kegiatan akan memenuhi sudut-sudut kepala
Kenyataannya sungguh berbeda
Bukan hanya asapnya senantiasa
Tapi juga hangatnya bara seakan terasa
Masih teringat jelas pula cahaya manisnya
Lalu datanglah air mata
Tidak jelas darimana asalnya
Sadari semua kegagalan belaka
Terburu-buru ternyata tidak selalu beguna
Karena menutupi bukan meniadakan
Tidak terlihat tapi pelan-pelan meruntuhkan
Karena sesulit itu pulalah berpura-pura
Semua pada dasarnya tetap ada
~ Gadis kecil yang baru meniup lilin kecilnya, yang kini duduk di pojok remang dan dingin. Untuk angan-angan yang mati muda, ia katakan selamat malam.
-eKirtiadi-
Refering to this post (clickable). Also, saying "thank you" to my 1.5-day-long-Jazz-playlist on iTunes who accompanies me in my gloomy, cold and misty corner. You made my writing the poem easier. Thanx to Atun who inspired me to write again.
"Reminiscing, "re-m&-'nis, intransitive verb
Etymology: back-formation from reminiscence
: to indulge in reminiscence
Reminiscence, -'ni-s&n(t)s, noun
2 a : recall to mind of a long-forgotten experience or fact b : the process or practice of thinking or telling about past experiences
3 a : a remembered experience b : an account of a memorable experience -- often used in plural"
(Definition by Merriam Webster)

(Pic credit goes to "itsallafilmnoir")



posted by siduahuruf @ 7:11 p. m.