<bgsound src="">

domingo, junio 27, 2004

Si segitiga

Sebuah segitiga ditanyai saat akan dibuat :

keadaan:'kamu ingin dirimu terbuat dari apa?'
segitiga:'berikan saya pilihan!'
keadaan:'hanya ada 2 pilihan untukmu. Tanah liat yang setengah jadi atau selempeng kayu tipis yang diukir indah.'
segitiga: (tampak berpikir keras...) 'Beri saya waktu untuk berpikir!'
keadaan:'sebelum kamu menentukan, kamu harus tahu bahwa setelah itu kamu akan ditempatkan ke sebuah segiempat lain! HANYA kamu SENDIRIlah yang dapat menetapkan jawabannya.'

si segitiga terus menerus berpikir... dan inilah yang terus-terusan menjadi badai di kepalanya:

Si segiempat adalah bentuk yang amat sangat berbeda dengan saya!

Kalau saya terbuat dari selempeng kayu tipis nan cantik, masalah saya adalah ukuran dari segiempat yang akan saya tempati! Bila ukuran segiempat tersebut terlalu kecil, saya pasti tidak akan muat di dalamnya. Bila dipaksakan saya bisa patah, karena saya terbuat dari kayu. Walaupun saya cantik dan merasa nyaman dengan bentuk diri saya, tapi bila nasib saya diakhiri dengan kondisi terbelah, semuanya sia-sia saja. Tetapi menjadi segitiga dari kayu memang bentuk yang paling mudah untuk saya untuk dipilih karena saya tahu memang hasilnya tampak berkelas. Kemauan adalah jalan terpendek yang seseorang dapat ambil tanpa memikirkan efek sampingnya.

Kalau saya terbuat dari tanah liat yang setengah jadi, sebagian diri saya sudah mengeras. Saya juga tidak enak dipandang. Sedangkan masalah yang sama muncul yaitu ukuran segiempat yang tidak diketahui. Tapi walaupun rumit dan perlu lebih banyak usaha, saya masih bisa mengusahakan diri saya untuk dibasahi kembali dan dibuat ulang dengan dimensi yang berbeda. Tentu saja sakit dan perlu pengorbanan dalam proses tersebut! Walaupun bentuk diri saya tidak secantik kayu yang terukir, tapi saya masih bisa bertahan. Saya harus merelakan saya akan menjadi segitiga yang sisi-sisinya mungkin tidak senormal segitiga lainnya setelah saya merubah diri saya untuk membuat diri saya dapat memuati segiempat, tapi saya bisa tetap ada.

Sampai sekarang, si segitiga terus menerus berpikir...


P.S:
1. Thanx to Reggie kecil yang kasi gw inspirasi untuk nulis posting ini... Ini pengalaman gw yang eloe bilang seharusnya gw tulis. Dis is somehow ma answer.
2. Buat Capunk, gw baru sadar, gw bisa tulis apa yang gw mo tulis di sini, coz dis is ma kotaksuara. Duh! I suppose u know what this entry means. Startin now on, this will not be only ma place to hang out, but sometimes ma buddy to share things with, too.
3. This post continues to si segitiga 2